Perjalanan Haji 2026: Saat Allah Mengundang Saya Menjadi Tamu-Nya
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Bagi setiap muslim, menunaikan ibadah haji adalah impian yang selalu tersimpan di dalam hati. Begitu pula dengan saya. Tidak pernah terbayangkan sebelumnya bahwa Allah SWT benar-benar memilih dan mengundang saya menjadi tamu-Nya di Tanah Suci pada tahun 2026.
Perjalanan ini berawal pada tahun 2013. Saat itu saya mendaftarkan diri untuk berhaji bersama ibunda. Penantian panjang pun dimulai. Tahun demi tahun berlalu hingga akhirnya, setelah 13 tahun menunggu, Alhamdulillah nama saya dan ibunda tercantum sebagai calon jemaah haji tahun 2026 asal Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau.
Rasa syukur bercampur bahagia begitu sulit diungkapkan dengan kata-kata. Kami pun mulai mengikuti seluruh rangkaian persiapan, mulai dari pemeriksaan kesehatan, vaksinasi, hingga melengkapi berbagai dokumen seperti paspor, visa, dan persyaratan lainnya. Semua proses dijalani dengan penuh semangat karena impian yang selama ini dinanti akhirnya menjadi kenyataan.
Hari keberangkatan pun tiba. Pada 28 April 2026, saya dan ibunda berangkat dari Bandara Tuanku Tambusai menuju Batam. Dari sana kami melanjutkan perjalanan ke Embarkasi Batam untuk mengikuti persiapan terakhir sebelum terbang ke Arab Saudi. Selama dua hari berada di embarkasi, kami mendapatkan berbagai pembekalan sekaligus mempersiapkan diri secara fisik dan mental.
Alhamdulillah, pada 30 April 2026 kami lepas landas dari Batam menuju Madinah. Sore harinya kami tiba dengan selamat di kota yang penuh ketenangan tersebut. Suasana Madinah benar-benar memberikan kedamaian yang sulit digambarkan. Kami menginap di Hotel Taiba Front yang lokasinya sangat dekat dengan Pintu 330 Masjid Nabawi. Setiap langkah menuju masjid terasa begitu ringan, seolah hati selalu dipanggil untuk beribadah.
Selama delapan hari di Madinah, kami memperbanyak ibadah dan menikmati suasana kota Rasulullah SAW. Setiap salat di Masjid Nabawi menjadi pengalaman yang sangat berkesan dan menenangkan jiwa.
Setelah itu, rombongan bertolak menuju Makkah untuk mempersiapkan rangkaian puncak ibadah haji. Inilah bagian perjalanan yang paling dinanti sekaligus paling menguras tenaga. Mulai dari wukuf di Arafah, bermalam di Mina, hingga melempar jumrah, semuanya menjadi pengalaman spiritual yang tidak akan pernah terlupakan. Meski penuh tantangan, setiap proses terasa begitu nikmat karena dijalani dengan penuh keikhlasan sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT.
Hingga saat ini, saya masih sering mengenang setiap momen selama berada di Tanah Suci. Bisa melangkahkan kaki di Masjidil Haram, berdoa di Arafah, bermalam di Mina, serta beribadah di Masjid Nabawi merupakan nikmat yang luar biasa besar. Semua itu adalah karunia yang tidak mungkin terwujud tanpa izin dan kasih sayang Allah SWT.
Saya bersyukur atas segala kebaikan yang telah Allah berikan kepada saya dan ibunda. Semoga Allah menerima seluruh amal ibadah haji kami, menjadikan kami haji yang mabrur, serta memberikan kesempatan untuk kembali menginjakkan kaki di Tanah Suci pada waktu yang telah Dia kehendaki.
Aamiin Ya Rabbal Alamin.
Wassalamualaikum Warahmalahi Wabarakatuh.
Komentar (0)
Belum ada komentar.