PSPS Pekanbaru Makin Padu, Tiga Laga Uji Coba Berakhir dengan Kemenangan
Jakarta – PSPS Pekanbaru terus menunjukkan perkembangan positif dalam persiapan menghadapi kompetisi Championship 2026-2027. Tim berjuluk Asykar Bertuah itu kembali meraih kemenangan setelah menundukkan Jaya Raya FC dengan skor 2-0 dalam laga uji coba di Pancoran Soccer Field, Jakarta.
Dua gol kemenangan PSPS masing-masing dicetak oleh Zidan dan Vieri. Hasil tersebut sekaligus memperpanjang tren positif skuad asuhan pelatih kepala Akhyar Ilyas yang berhasil menyapu bersih tiga laga uji coba terakhir dengan kemenangan.
Sebelum mengalahkan Jaya Raya FC, PSPS lebih dahulu menundukkan Persis Solo dengan skor 2-0. Setelah itu, Asykar Bertuah kembali meraih hasil positif saat menghadapi Isen Mulang Kalteng FC dengan kemenangan 2-1.
Dengan demikian, PSPS mencatat tiga kemenangan dari tiga pertandingan uji coba. Tidak hanya produktif di lini depan, pertahanan PSPS juga menunjukkan performa cukup solid. Dalam tiga pertandingan tersebut, Asykar Bertuah hanya kebobolan satu gol.
Fakhrurozi: Skuad PSPS Punya Modal Positif
Owner portal fakhrurozi.site, H. Fakhrurozi, S.H., menilai tren positif yang diperlihatkan PSPS Pekanbaru menjadi sinyal menggembirakan bagi masyarakat Riau dan para pendukung Asykar Bertuah.
Menurutnya, tiga kemenangan dalam laga uji coba menunjukkan bahwa proses pembentukan skuad mulai menemukan arah, meskipun masih terlalu dini untuk menjadikan hasil tersebut sebagai tolok ukur mutlak menghadapi kompetisi resmi.
“Saya melihat skuad PSPS musim ini cukup menarik. Ada kombinasi pemain yang dipertahankan, pemain baru, serta pemain muda yang diberikan ruang untuk berkembang. Tiga kemenangan uji coba tentu menjadi modal kepercayaan diri, tetapi yang paling penting adalah bagaimana tim ini terus berkembang sebelum kompetisi resmi dimulai,” ujar H. Fakhrurozi, S.H.
Ia juga memberikan apresiasi terhadap keputusan manajemen yang tidak hanya melakukan perombakan skuad, tetapi turut memberikan perhatian terhadap regenerasi pemain. Menurutnya, keberadaan pemain muda harus menjadi bagian dari investasi jangka panjang PSPS.
“PSPS tidak cukup hanya mengejar hasil untuk satu musim. Klub ini harus memiliki fondasi yang kuat. Perekrutan pemain muda seperti Jenico dan beberapa pemain lainnya menurut saya merupakan langkah yang tepat. Mereka harus diberikan kesempatan untuk berkembang dan bersaing secara sehat dengan pemain senior,” katanya.
Fakhrurozi juga menilai kehadiran Akhyar Ilyas sebagai pelatih kepala memberikan warna baru dalam perjalanan PSPS menuju Championship 2026-2027. Ia berharap Akhyar mampu membangun chemistry dari komposisi skuad yang mengalami cukup banyak perubahan.
“Yang menjadi pekerjaan rumah tentu membangun chemistry. Banyak pemain baru berarti membutuhkan waktu untuk menyatukan karakter, komunikasi dan pola permainan. Kalau proses ini berjalan baik, saya optimistis PSPS bisa menjadi tim yang kompetitif,” ujarnya.
Ia berharap tren positif dalam laga uji coba dapat menjadi awal dari perjalanan PSPS untuk mewujudkan target kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
“Sebagai masyarakat Riau, tentu kita ingin melihat PSPS kembali ke level tertinggi. Saya berharap pemain, pelatih, manajemen dan suporter bisa bersama-sama menjaga semangat ini. Jangan cepat puas dengan hasil uji coba, tetapi jadikan kemenangan tersebut sebagai motivasi untuk bekerja lebih keras,” tutup Fakhrurozi.
Mulai Bangun Kekuatan Sejak Pertengahan Juli
Persiapan PSPS menghadapi musim baru telah dimulai sejak pertengahan Juli 2026. Manajemen klub menunjuk Akhyar Ilyas sebagai pelatih kepala menggantikan Aji Santoso yang mengundurkan diri karena alasan keluarga.
Akhyar sebelumnya menangani Persiraja Banda Aceh dan dipercaya mampu membawa pengalaman serta pendekatan baru bagi PSPS. Penunjukannya menjadi bagian dari langkah manajemen membangun skuad yang lebih kompetitif untuk musim 2026-2027.
Latihan perdana PSPS digelar di Pancoran Soccer Field, Jakarta, pada 15 Juli 2026. Saat itu, sekitar 16 pemain telah mengikuti latihan, sementara tim pelatih juga melakukan seleksi terhadap sejumlah pemain, termasuk talenta kelompok usia U-21.
Jajaran kepelatihan PSPS musim ini diperkuat Ambrizal dan Roffy Sunaryo sebagai asisten pelatih, Abdul Rohman sebagai pelatih kiper, serta Abda Alief yang menangani fisik pemain.
Perombakan Skuad dan Regenerasi
Menghadapi kompetisi musim baru, manajemen PSPS melakukan perombakan cukup besar terhadap komposisi skuad. Sejumlah pemain yang dinilai masih menjadi bagian penting dari tim sebelumnya tetap dipertahankan.
Mereka di antaranya Antonio Gamaroni, Vieri Donny, Ilham Syafri, Misbakus Solikin, Ilham Fathoni, Pramudya Dwi, Alfin Tuasalamony, Natanael Siringo Ringo, Muhammad Zidan, dan Asir Azis.
Sementara itu, sejumlah pemain baru didatangkan untuk menambah kekuatan di berbagai posisi. Mereka antara lain Aulia Ramadhan Lubis, Muhammad Revan, Hamzah Depa, Farhan Darwan, Dicki Agung Setiawan, Januarius Toa Meka, Andik Rendika Rama, serta M. Ihsan Kusuma Siregar.
PSPS juga memberikan perhatian terhadap pengembangan pemain muda. Klub merekrut Mohammad As'ad Zidan, Jenico Raski Nijaya, dan Dian Rizkiana. Ketiganya didatangkan dari Ari Batavia FC, sementara Jenico merupakan alumnus EPA U-20 PSPS yang kembali ke Pekanbaru.
Tiga Kemenangan Jadi Sinyal Positif
Kemenangan atas Persis Solo, Isen Mulang Kalteng FC, dan Jaya Raya FC menjadi sinyal positif dari proses pembentukan skuad baru PSPS.
Meski demikian, hasil uji coba belum dapat menjadi ukuran mutlak kekuatan tim untuk menghadapi kompetisi sesungguhnya. PSPS masih memiliki waktu untuk melakukan evaluasi dan membenahi berbagai aspek permainan.
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah membangun komunikasi serta chemistry antarpemain, mengingat komposisi skuad musim ini dihuni cukup banyak wajah baru.
Rangkaian uji coba menjadi kesempatan penting bagi Akhyar Ilyas untuk menemukan komposisi terbaik, mematangkan strategi, sekaligus melihat kesiapan pemain menghadapi persaingan kompetisi.
PSPS sendiri berada di Grup Barat Championship Indonesia 2026-2027 bersama Persiraja Banda Aceh, PSMS Medan, Semen Padang, Sumsel United, Persikad Depok, Adhyaksa Bekasi FC, PSGC Ciamis, PSIS Semarang, dan Persiku Kudus. Kompetisi dijadwalkan mulai bergulir pada September 2026.
Target besar pun telah menanti. PSPS Pekanbaru dipersiapkan untuk bersaing di Championship 2026-2027 dengan ambisi membawa Asykar Bertuah kembali menuju kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Tiga kemenangan beruntun menjadi awal yang menjanjikan. Kini, tantangan PSPS adalah menjaga konsistensi, memperkuat kekompakan tim, dan memastikan tren positif tersebut dapat berlanjut ketika kompetisi resmi dimulai.
Komentar (0)
Belum ada komentar.